Kamis, 24 Maret 2011

Penyesalan

"Sebuah kesalahan akan berhenti menjadi kesalahan bila kita menggunakannya untuk menjadi pribadi yang lebih baik" 

Janganlah kau ijinkan penyesalanmu atas kesalahan dan kegagalan di hari kemarin, melemahkan semangat hidupmu hari ini.

Karena MASA LALU BUKANLAH PENENTU MASA DEPAN


Besarkanlah hatimu dan bebaskanlah ia
dari penyesalan atas kesalahan masa lalumu

Bukan kesalahan masa lalu
yang membatalkan kebaikan masa depan,
tetapi kesalahan masa kini.

Syukurilah hidup yang telah dirahmatkan kepadamu,
dan damailah dengan diri baikmu hari ini.

 

 "Kalau Anda bisa menyesal untuk menjadi hebat, kenapa harus menyesal untuk menjadi lemah?"

Rabu, 23 Maret 2011

Arti Kesabaran

Setiap tindakan - pasti membutuhkan sepenggal waktu tenggang antara pelaksanaan dan hasilnya. Sikap yang diperlukan untuk berlaku tenang dalam tenggang waktu itu adalah kekuatan yang biasanya kita sebut sebagai kesabaran. Itu sebabnya setiap tindakan membutuhkan kesabaran untuk sampai pada saat di mana hasil itu tercapai.
- Mario Teguh -

Kesabaran adalah kekuatan untuk berlaku tenang dalam penantian. Itu berarti, siapapun yang bisa bersabar, haruslah dia yang mengetahui dengan jelas apa yang sedang ditunggunya. Dan untuk mengetahui apa yang ditunggunya, dia harus melakukan sesuatu dengan rencana untuk mencapai satu atau dua hal tertentu.
- Mario Teguh -

Pertama, kesabaran adalah kekuatan.
Hal ini saya rasa sudah cukup jelas, karena tidak semua orang bisa bersabar, sehingga orang yang bisa bersabar adalah orang yang memiliki kekuatan, yaitu kekuatan untuk tetap berlaku tenang dalam menunggu saat dimana hasil itu tercapai.

Kedua, kesabaran adalah faktor penting, bahkan menjadi kunci utama untuk mencapai hasil yang diinginkan.
Akan selalu ada selang waktu (waktu tenggang) antara pelaksanaan dan hasil. Karena selalu ada selang waktu (waktu tenggang) antara pelaksanaan dan hasil, maka untuk sampai pada saat dimana hasil itu tercapai, kesabaran menjadi kunci utama. Artinya tanpa kesabaran usaha-usaha yang telah kita lakukan untuk memperoleh hasil akan sia-sia.
Banyak orang yang baik, bahkan sangat baik dalam usaha-usahanya namun gagal dalam meraih hasil, karena mereka tidak memiliki kesabaran.

Ketiga, seseorang bisa disebut bersabar apabila dia sedang menunggu hasil dari apa yang telah dia lakukan dengan rencana untuk mencapai hasil tersebut.
Dengan kata lain (perhatikan ini sahabat), jika seseorang tidak melakukan apa-apa, dan hanya menerima keadaan apa adanya, dia tidak bisa disebut bersabar.
Mengenai hal ini, berikut saya berikan lagi Kata Bijak dari Pak Mario Teguh:

Seseorang yang bisa berlaku tenang dalam karir dan kehidupan yang tanpa rencana - tidak bisa disebut bersabar. Dia hanya terbiasa untuk tidak merasa gelisah dalam pelemahan hidupnya.
Tidak ada-nya kegelisahan pada seseorang yang berkarir dan hidup tanpa rencana - bukanlah sebuah ketenangan, tetapi sebuah tidak-hadir-an. Dia sedang tidak hadir dalam kehidupannya sendiri.

- Mario Teguh -


Kalau kita hubungkan antara kesabaran dengan pencapaian hasil dalam meraih kesuksesan hidup, jelaslah bahwa kesabaran yang kita miliki adalah kekuatan untuk tetap berlaku tenang dalam menunggu saat dimana kesuksesan hidup kita tercapai. Sehingga dengan demikian, jelaslah pula bahwa usaha-usaha yang kita lakukan adalah usaha-usaha yang terencana, dan yang mengarah pada pencapaian kesuksesan hidup tersebut.

Bersabarlah...
Karena setelah usaha-usaha yang kita lakukan, kesabaranlah yang menjadi kunci utama pintu kesuksesan hidup kita...

Hidup Adalah Pilihan, Pilihlah Secara Bijak!

Selalu saja ada pilihan dalam hidup. Selalu saja ada skenario-skenario yang harus kita lakoni. Beratnya pilihan dan belum jelasnya masa depan, kerapkali kita berada dalam kepesimisan dan kebimbangan.

~~~
Memang, selalu saja ada pilihan dalam hidup. Selalu saja ada skenario-skenario yang harus kita lakoni. Beratnya pilihan yang diambil dan belum jelasnya masa depan, kerapkali kita berada dalam kepesimisan, kengerian, keraguan dan kebimbangan.
Sebenarnya hal itu semua adalah ciptaan kita sendiri. Karenanya kita kerap berdalih dengan alasan-alasan yang dibuat-buat untuk tak mau melangkah. Tak mau menatap hidup dengan menerima resiko.
Namun berdiam diri atau tak memilih, juga bukan pilihan yang tepat. Karena sejalan dengan waktu, semua akan berubah. Tak mau berubah berakibat mengalami ketragisan yang sama dengan dalih yang kita ciptakan.
Karena hidup adalah pilihan, maka hadapilah itu dengan gagah. Dan karena hidup adalah pilihan, maka pilihlah dengan bijak.
~~~

Hidup adalah Belajar

Proses belajar seharusnya bukan hanya sekadar menguasai bidang ilmu tertentu atau mencapai sejumlah gelar akademis. Belajar adalah proses mengetahui, mengamati, memahami, dan mengaplikasikan informasi, kemampuan, dan hikmat, yang dapat mengembangkan paradigma, memperkokoh prinsip, dan meningkatkan kualitas hidup seseorang.

Belajar bukan hanya bertujuan menambah pengetahuan, melainkan mentransformasi kehidupan seseorang. Raja Salomo mengatakan, belajar yang hanya bertujuan menambah pengetahuan hanya akan “melelahkan jiwa dan raga”

Tuhan telah mendirikan sekolah yang dinamakan kehidupan. Anda telah berada di dalamnya. Bersedia atau tidak mengikuti kurikulum dan sistem pembelajarannya, itu terserah Anda. Interaksi yang kita miliki dengan orang lain, buku, musik, film ; tantangan dan harapan yang kita miliki telah direncanakan Tuhan sebagai sarana untuk belajar.

Beberapa hambatan yang menghalangi kita untuk memperoleh dan menikmati manfaat terbaik dari hidup sebagai sarana belajar antara lain:

1.Kemalasan
Kemalasan membuat kita tidur di zona nyaman kita dan tidak mengembangkan batasan-batasan kemampuan kita sebagaimana yang Tuhan inginkan.

2.Kesombongan
Kesombongan membuat kita membatasi cara kerja Tuhan dalam hidup kita. Kesombongan berarti mengatakan pada Tuhan bahwa, “menurut saya, hanya hal-hal inilah yang perlu saya pelajari, dan dengan cara-cara ini saja saya akan mempelajarinya.”

3.Penundaan
Tidak semua hal perlu dikerjakan dengan segera. Akan tetapi kecenderungan untuk menunda banyak hal di dalam hidup membuat kita melewatkan banyak kesempatan menerima pelajaran dari sang Guru Agung.

4.Prioritas yang salah
Prioritas yang salah akan menyebabkan kita memilih topik-topik pembelajaran yang terus berulang.

5.Asumsi negatif
Asumsi bukanlah fakta melainkan anggapan. Asumsi negatif menjauhkan kita dari potensi kreatif kita. Mengurung kita dari kekayaan hidup yang telah Tuhan sediakan.

6.Rutinitas
Rutinitas berpotensi membuat segala sesuatu menjadi hambar, “biasa”, dan tidak menarik. Dengan melatih kepekaan, untuk melihat dan mendengar pelajaran, maka kita akan mendapati bahwa hidup ini tidak pernah hambar melainkan selalu menarik untuk dipelajari.

Jika kita dapat memanfaatkan segala hal yang sudah Tuhan sediakan dalam hidup kita sebagai sarana pembelajaran, maka sebetulnya kita akan dapat melakukan hal-hal di bawah ini :

* Membentuk prinsip-prinsip hidup yang lebih baik dan kokoh
* Mengembangkan dan memaksimalkan kemampuan
* Memperluas wawasan
* Meningkatkan kualitas hidup
* Mengatasi rintangan
* Mengubah tantangan menjadi kesempatan
* Menjadikan pembelajaran seumur hidup sebagai jalan bagi damai sejahtera