Jumat, 11 Desember 2009

Kehidupan Ini

Matahari terbit dan kokok ayam menandakan pagi telah tiba..
Waktu untuk kita bersiap melakukan aktivitas..
Kita memulai hari yang baru..
Macetnya jalan membuat kita semakin tegang menjalani hidup..

Terlambat sampai di kampus, itu hal biasa..
Tugas menumpuk, belum diprint, belum dijilid, mencari dosen sok sibuk yang kadang membuat kepala pusing. Ada juga yang bikin jengkel, sudah Masuk kelas terburu-buru karena terlambat, tugas sudah siap di kumpulkan dan dosen pun tak kunjung datang. Banyak problematika yang harus kita hadapi di kampus..

Tak terasa heningnya malam telah tiba..
Lelah menjalankan aktivitas hari ini, membuat kita tidur dengan lelap..
Terlelap sampai akhirnya pagi kembali menjemput dan mulailah hari yang baru lagi..
Kehidupan..ya seperti itu lah kehidupan di mata sebagian besar orang..
Bangun, mandi, kuliah, makan, dan tidur adalah kehidupan..

Siang atau malam adalah sama..
Hanya rutinitas… sampai akhirnya maut menjemput..
Memang itu adalah kehidupan tetapi bukan kehidupan dalam arti yang luas..
Sebagai manusia jelas kita memiliki perbedaan dalam menjalankan kehidupan..


Kehidupan bukanlah sekedar rutinitas..
Kehidupan adalah kesempatan untuk kita mencurahkan potensi diri kita untuk orang lain..
Kehidupan adalah kesempatan untuk kita berbagi suka dan duka dengan orang yang kita sayangi..
Kehidupan adalah kesempatan untuk kita bisa mengenal orang lain..
Kehidupan adalah kesempatan untuk kita melayani setiap umat manusia..
Kehidupan adalah kesempatan untuk kita mencintai pasangan kita, orang tua kita, saudara, serta mengasihi sesama kita..
Kehidupan adalah kesempatan untuk kita belajar dan terus belajar tentang arti kehidupan..
Kehidupan adalah kesempatan untuk kita selalu mengucap syukur kepada Yang Maha Kuasa ..

Begitu banyak Kehidupan yang bisa kita jalani..
Berapa tahun kita telah melalui kehidupan kita ?
Berapa tahun kita telah menjalani kehidupan rutinitas kita ?
Akankah sisa waktu kita sebelum ajal menjemput hanya kita korbankan untuk sebuah rutinitas belaka ?
Kita tidak tahu kapan ajal akan menjemput, mungkin 5 tahun lagi, mungkin 1 tahun lagi, mungkin sebulan lagi, mungkin besok, atau mungkin 1 menit lagi..

Hanya Tuhanlah yang tahu…
Pandanglah di sekeliling kita…ada segelintir orang yang membutuhkan kita..
Mereka menanti kehadiran kita..
Mereka menanti dukungan kita..
Orang tua, saudara, pasangan, anak, sahabat dan sesama……
Serta Tuhan yang setia menanti ucapan syukur dari bibir kita..

Bersyukurlah padaNYA setiap saat bahwa kita masih dipercayakan untuk menjalani kehidupan ini..
Buatlah hidup ini menjadi suatu ibadah..
Selamat menjalani hidup yang lebih berkualitas..

Kamis, 10 Desember 2009

Something About You

I don’t know where to begin
I don’t know how to get out there to see you
I don’t know where to dig in.
I don’t know how to get in there ­to feel you

there’s something about you that
I can hold on to
I’m going to hold on to that

I never thought I would win
I never thought much about that.
I never stopped to begin
Thinking about the process.

Day by Day

Day by day I wake up for you I do
And I rise to who knows who
Well if I can say...some other day

Day by day I reach out to you I do
And I pretend there’s something to it
And if I can say...I’ve had better days

Day by day I resort to you I do
And I wash up after you’re through
If I can say...that’s o.k.

You’re in my head again
You’re in my bed again
You’re in my mirror again

Day by day I reflect on you
I reflect on you I do
I think I still love you...

Until The End

We're from the same story
Living life as without a care
Don't change the way you think of me
Life moves on, can't stay the same
We're all falling forward
With no signs of slow
Some moving faster
There's some still caught up with the past
Reminisce won't bring you back
You're missing most of your life
We're say its hard to stay the same
Just look ahead and hold on tight
I'll be with you here until the end

Rabu, 09 Desember 2009

Arti Cinta dan waktu


Cinta adalah sesuatu hal yang sulit kita tebak karena terkadang cinta dapat membuat kita sakit dan dapat membuat kita melupakan segalanya. Cintapun dapat memberikan kegembiraan dan yang paling utama bagi kita, cinta dapat memberi kesejukan, karena cinta tak dapat kita sentuh tapi hanya bisa kita rasakan dalam hati dan jiwa kita. Seperti embun yang datang dipagi hari dan hembusan angin yang membuat kita sejuk tapi tak dapat kita sentuh. Cintailah cinta dengan cinta, karna cinta adalah anugrah namun derita-nya tiada akhir. Cinta dan waktu adalah hal yang berada diluar kuasa, kita cuma bisa merasakan. Cintailah seseorang seperti angin jangan pernah mencintai seseorang seperti bunga, karna bunga akan gugur di kala musim berganti, tapi angin tidak akan berubah, angin akan berhembus setiap saat walau musim berganti.
Kita tau karena waktu ada cinta tanpa adanya waktu mungkin tak pernah bertemu dan benci nantinya, cuma waktu yang bisa membantu cinta karena hanya waktulah yang dapat membalas cinta dan hanya waktulah yang bisa menjawab cinta maka jangan pernah sia-siakan cinta dikala ada waktu yang mendukungnya..

Rabu, 02 Desember 2009

Hujan Di Awal Desember


Mengingatkanku pada kamu yang mengada-ada, menyalahkan hujan untuk bisa bersama aku. Aku tahu kau tak banyak kata, hanya memandang sesekali bergumam. Aku tak mengerti kamu, bahasamu mengingatkanku pada alien-alien kecil dari planet tak bernama. Cakrawalamu tak mampu kurengkuh, Dan hujan kembali datang disela derasnya aku berucap sedikit gegas, " I'm always happy when it rains...". Kau diam mengernyitkan dahi, jangan diteliti ini bukan ilmu pasti. Hujan kembali bertandang dan kuketuk bilik kamarmu; kau hanya simpul tersenyum, santun membalas kau berkata," I'm always happy when it rains too...".

December

December come to me
I hope I can see
You not just in dreams

I will let you be
Why can't you believe
How much you really mean

December won't you come
Back with snow even sun
Don't say that it's done

I will carry you home
Take you from the loneliest
Place you have known

I will carry you home
Take me from the loneliest
Place I have known

Senin, 30 November 2009

Persahabatan

Dan jika berkata, berkatalah kepada aku tentang kebenaran persahabatan?
Sahabat adalah kebutuhan jiwa, yang mesti terpenuhi.
Dialah ladang hati, yang kau taburi dengan kasih dan kau panen dengan penuh rasa terima kasih.

Dan dia pulalah naungan dan pendianganmu.
Karena kau menghampirinya saat hati lapa dan mencarinya saat jiwa butuh kedamaian.Bila dia bicara, mengungkapkan pikirannya, kau tiada takut membisikkan kata “tidak” di kalbumu sendiri, pun tiada kau menyembunyikan kata “ya”.

Dan bilamana ia diam, hatimu tiada ‘kan henti mencoba merangkum bahasa hatinya; karena tanpa ungkapan kata, dalam rangkuman persahabatan, segala pikiran, hasrat, dan keinginan terlahirkan bersama dengan sukacita yang utuh, pun tiada terkirakan.

Di kala berpisah dengan sahabat, janganlah berduka cita; Karena yang paling kaukasihi dalam dirinya, mungkin lebih cemerlang dalam ketiadaannya, bagai sebuah gunung bagi seorang pendaki, nampak lebih agung daripada tanah ngarai dataran.

Dan tiada maksud lain dari persahabatan kecuali saling memperkaya ruh kejiwaan. Karena kasih yang masih menyisakan pamrih, di luar jangkauan misterinya, bukanlah kasih, tetapi sebuah jala yang ditebarkan: hanya menangkap yang tiada diharapkan.

Dan persembahkanlah yang terindah bagi sahabatmu.
Jika dia harus tahu musim surutmu, biarlah dia mengenal pula musim pasangmu.
Gerangan apa sahabat itu hingga kau senantiasa mencarinya,
untuk sekadar bersama dalam membunuh waktu?

Carilah ia untuk bersama menghidupkan sang waktu!
Karena dialah yang bisa mengisi kekuranganmu, bukan mengisi kekosonganmu.
Dan dalam manisnya persahabatan, biarkanlah ada tawa ria berbagi kebahagiaan.
Karena dalam titik-titik kecil embun pagi, hati manusia menemukan fajar jati dan gairah segar kehidupan.


Terlalu Cepat Mencintaimu

Terlalu cepat ku menyanyangimu
Tak cukup bercerita
Namun terlanjur ku mencintaimu
Meski ku tak mengenalmu

Hingga akhirnya ku terjebak
Dalam kesalahan ku ‘tuk mencintaimu
Hingga kini aku tak mampu untuk melepas diriku
Dan melupakanmu

Terlalu cepat ku menyanyangimu
Tak cukup bercerita
Namun terlanjur ku mencintaimu
Meski ku tak mengenalmu

Hingga akhirnya ku terjebak
Dalam kesalahan ku ‘tuk mencintaimu
Hingga kini aku tak mampu untuk melepas diriku
Dan melupakanmu
Dan melupakanmu

Selasa, 24 November 2009

Salah

sepanjang perjalanan cintamu
kau puji setiap waktu
Dulu memang kita saling bersama
Ku mengira tulus dalam kata
tapi kenyataannya berlawanan
kutak pernah ada baiknya

Ku tak mengerti cinta
Indahnya hanya di awal ku rasa
Mengapa kau selalu benar
Dan aku selalu salah

Senin, 23 November 2009

Dilema Cinta

Seberapa salahkah diriku
Hingga kau sakiti aku begitu menusukku
Inikah caramu membalas
Aku yang selalu ada saat kau terluka

Seberapa hinanya diriku
Hingga kau ludahi semua yang ku beri untukmu
Tak ada satu pun perasaan yang mampu membuatku begitu terluka

Namun ku terlanjur mencintai dirimu
Terlambat bagiku pergi darimu
Bagiku terlalu indah perasaan itu
Tak mudah untukku menjauh darimu

Telah ku coba segala cara
‘Tuk bahagiakan kamu
Merebut hatimu
Namun tak semudah yang ku bayangkan
Bila kau tak inginkan ku ’tuk di sisimu

Tak pernah kurasakan sebelumnya
Menginginkan dirinya hingga ku tak kuasa
Meyakini hatiku bahwa ku mampu berlalu

Hidup Kita Adalah Film Terbaik

Aku, kamu dan mereka adalah peran utama, bukan sekedar figuran, sandiwara ini nyata, hingga pada saatnya mati…
Adegan demi adegan, setiap detik 'kan terekam, takkan dapat 'tuk di rewind, mari t'rus kita jalankan, hingga pada saatnya mati…

Berlari terjatuh, berjalan, merangkak, bahagia, terluka, menangis dan tertawa, menjadi bagian yang terindah

Saat nafas pertama, hidup kita dimulai, kamera t'lah berputar tuk mengambil gambar…
Maka berbahagialah, karena kita semua, menjadi yang terpilih dan mendapatkan peran…nikmatnya….

Planet bumi adalah, panggung kita termegah, maka lakukan pertunjukan yang terbaik…

AKU


Aku terlalu sibuk dengan duniaku sendiri...
Baru kusadari betapa sempitnya duniaku!!!
Hanya aku, aku, dan aku seorang diri...
Lagi-lagi tentang aku dan tentang aku...

Kini baru kusadari...
Aku telah membutakan mataku sendiri dan mengurung diriku sendiri dalam sangkar emas keegoisanku...
Aku telah buta terhadap dunia sekitarku...
Dan betapa terkejutnya aku ketika kusadari selama ini telah kubuang waktuku sia-sia...
Kini aku mencoba melangkah lagi, namun kali ini aku tak mau menunduk lagi...
Aku akan berjalan tegap dan melihat sekelilingku, sejauh mataku bisa memandangnya...

Minggu, 15 November 2009

mendua sepertimu

Jika kau bosan pada diriku
Jangan bertingkah seperti itu
Seolah ku bukan lagi milikmu
Mencoba-coba cari yang lain


Jangan salahkan aku mendua sepertimu
Jangan harap padaku kau yang memulainya
Kalau benar kau pergi tinggalkan aku
Terserah apa maumu

Sudah berulangkali terjadi
Sifatmu takkan pernah berubah
Aku pun tak tahan dengan tingkahmu
Maafmu sudah tak berlaku lagi