Senin, 30 November 2009

Persahabatan

Dan jika berkata, berkatalah kepada aku tentang kebenaran persahabatan?
Sahabat adalah kebutuhan jiwa, yang mesti terpenuhi.
Dialah ladang hati, yang kau taburi dengan kasih dan kau panen dengan penuh rasa terima kasih.

Dan dia pulalah naungan dan pendianganmu.
Karena kau menghampirinya saat hati lapa dan mencarinya saat jiwa butuh kedamaian.Bila dia bicara, mengungkapkan pikirannya, kau tiada takut membisikkan kata “tidak” di kalbumu sendiri, pun tiada kau menyembunyikan kata “ya”.

Dan bilamana ia diam, hatimu tiada ‘kan henti mencoba merangkum bahasa hatinya; karena tanpa ungkapan kata, dalam rangkuman persahabatan, segala pikiran, hasrat, dan keinginan terlahirkan bersama dengan sukacita yang utuh, pun tiada terkirakan.

Di kala berpisah dengan sahabat, janganlah berduka cita; Karena yang paling kaukasihi dalam dirinya, mungkin lebih cemerlang dalam ketiadaannya, bagai sebuah gunung bagi seorang pendaki, nampak lebih agung daripada tanah ngarai dataran.

Dan tiada maksud lain dari persahabatan kecuali saling memperkaya ruh kejiwaan. Karena kasih yang masih menyisakan pamrih, di luar jangkauan misterinya, bukanlah kasih, tetapi sebuah jala yang ditebarkan: hanya menangkap yang tiada diharapkan.

Dan persembahkanlah yang terindah bagi sahabatmu.
Jika dia harus tahu musim surutmu, biarlah dia mengenal pula musim pasangmu.
Gerangan apa sahabat itu hingga kau senantiasa mencarinya,
untuk sekadar bersama dalam membunuh waktu?

Carilah ia untuk bersama menghidupkan sang waktu!
Karena dialah yang bisa mengisi kekuranganmu, bukan mengisi kekosonganmu.
Dan dalam manisnya persahabatan, biarkanlah ada tawa ria berbagi kebahagiaan.
Karena dalam titik-titik kecil embun pagi, hati manusia menemukan fajar jati dan gairah segar kehidupan.


Terlalu Cepat Mencintaimu

Terlalu cepat ku menyanyangimu
Tak cukup bercerita
Namun terlanjur ku mencintaimu
Meski ku tak mengenalmu

Hingga akhirnya ku terjebak
Dalam kesalahan ku ‘tuk mencintaimu
Hingga kini aku tak mampu untuk melepas diriku
Dan melupakanmu

Terlalu cepat ku menyanyangimu
Tak cukup bercerita
Namun terlanjur ku mencintaimu
Meski ku tak mengenalmu

Hingga akhirnya ku terjebak
Dalam kesalahan ku ‘tuk mencintaimu
Hingga kini aku tak mampu untuk melepas diriku
Dan melupakanmu
Dan melupakanmu

Selasa, 24 November 2009

Salah

sepanjang perjalanan cintamu
kau puji setiap waktu
Dulu memang kita saling bersama
Ku mengira tulus dalam kata
tapi kenyataannya berlawanan
kutak pernah ada baiknya

Ku tak mengerti cinta
Indahnya hanya di awal ku rasa
Mengapa kau selalu benar
Dan aku selalu salah

Senin, 23 November 2009

Dilema Cinta

Seberapa salahkah diriku
Hingga kau sakiti aku begitu menusukku
Inikah caramu membalas
Aku yang selalu ada saat kau terluka

Seberapa hinanya diriku
Hingga kau ludahi semua yang ku beri untukmu
Tak ada satu pun perasaan yang mampu membuatku begitu terluka

Namun ku terlanjur mencintai dirimu
Terlambat bagiku pergi darimu
Bagiku terlalu indah perasaan itu
Tak mudah untukku menjauh darimu

Telah ku coba segala cara
‘Tuk bahagiakan kamu
Merebut hatimu
Namun tak semudah yang ku bayangkan
Bila kau tak inginkan ku ’tuk di sisimu

Tak pernah kurasakan sebelumnya
Menginginkan dirinya hingga ku tak kuasa
Meyakini hatiku bahwa ku mampu berlalu

Hidup Kita Adalah Film Terbaik

Aku, kamu dan mereka adalah peran utama, bukan sekedar figuran, sandiwara ini nyata, hingga pada saatnya mati…
Adegan demi adegan, setiap detik 'kan terekam, takkan dapat 'tuk di rewind, mari t'rus kita jalankan, hingga pada saatnya mati…

Berlari terjatuh, berjalan, merangkak, bahagia, terluka, menangis dan tertawa, menjadi bagian yang terindah

Saat nafas pertama, hidup kita dimulai, kamera t'lah berputar tuk mengambil gambar…
Maka berbahagialah, karena kita semua, menjadi yang terpilih dan mendapatkan peran…nikmatnya….

Planet bumi adalah, panggung kita termegah, maka lakukan pertunjukan yang terbaik…

AKU


Aku terlalu sibuk dengan duniaku sendiri...
Baru kusadari betapa sempitnya duniaku!!!
Hanya aku, aku, dan aku seorang diri...
Lagi-lagi tentang aku dan tentang aku...

Kini baru kusadari...
Aku telah membutakan mataku sendiri dan mengurung diriku sendiri dalam sangkar emas keegoisanku...
Aku telah buta terhadap dunia sekitarku...
Dan betapa terkejutnya aku ketika kusadari selama ini telah kubuang waktuku sia-sia...
Kini aku mencoba melangkah lagi, namun kali ini aku tak mau menunduk lagi...
Aku akan berjalan tegap dan melihat sekelilingku, sejauh mataku bisa memandangnya...

Minggu, 15 November 2009

mendua sepertimu

Jika kau bosan pada diriku
Jangan bertingkah seperti itu
Seolah ku bukan lagi milikmu
Mencoba-coba cari yang lain


Jangan salahkan aku mendua sepertimu
Jangan harap padaku kau yang memulainya
Kalau benar kau pergi tinggalkan aku
Terserah apa maumu

Sudah berulangkali terjadi
Sifatmu takkan pernah berubah
Aku pun tak tahan dengan tingkahmu
Maafmu sudah tak berlaku lagi